Kamis, 07 April 2022
SALAH
Rabu, 06 April 2022
HELLO OR GOODBYE
Ditengah kerumunan sebagai orang yang baru dengan suasana baru mata ku tertuju ke 1 orang, First time, first glance apa ini ? Saya sudah berjanji untuk tidak membuka hati untuk orang baru lagi but what happened ? Apa ada yang salah???
Sudah lama saya tidak merasakan hal yang seperti ini, tapi tetap dalam otakku masih menolak ah yasudah lah mungkin karena dia memang menarik saja di mataku slow aja tidak lagi tidak akan tejadi lagi lagian saya ditempat baru ini cuman sementara.
Semakin tiap hari ketemu dia semakin sering saya memperhatikan dia yah dia yang diam, dia yang sedikit bicara, dia yang mempunyai dunianya sendiri jarang aku melihatnya beriteraksi dengan akrab dengan teman2 yang lain, yah mungkin itu habbit dia pikirku.
Saya tipikal yang tidak akan mengajak orang baru berbincang kalaupun saya mengajak berbincang itupun pasti hal yang benar2 penting, thats why itu juga yang kadang orang2 bilang saya sombong. Sebenarnya bukan sombong tetapi lebih saya bingung harus omongin apa ??? Dan itu juga kenapa saya tidak pernah berani mengajak dia untuk bicara.
Tapi setelah perkenalanku dengan dia (yah saya memutuskan untuk sekedar ngobrol basa basi sepatah 2 kata dengan dia) meskipun aku sama sekali tidak tahu apa apa apa tentang dia tapi aku selalu ingin dekat, itulah kenapa diawal saya selalu menjaga hati saya sendiri akhirnya benar saja pertahanan saya runtuh. Semenjak perkenalan yang biasa2 saja mataku selalu tertuju ke arah dia haha what the fckin feeling. Susah untuk membuat hatiku terbuka dan berani mengatakan okay i want you! Tapi ini ? Bahkan secara terang terangan aku mengatakan "aku mau kamu!" Dalam waktu yang sesingkat itu.
Damn!!! Whats wrong with me ? Pikirku tidak karuan setelah dengan percaya diri dan berani mengungkapkan itu semua, mungkin kau akan marah? Atau akan menjauh or whatever pikiranku sudah kacau, kebodohan apalagi yang saya lakukan (kamu beda hei tidak semua orang bisa menerima kamu) itu yang langsung terbesit di otakku dan pastinya aku takut kalau kamu menjaga jarak dari pandanganku. Semua yang ada di dirimu seperti candu yang buat saya ingin dan lihat lagi, lagi dan lagi.
How suprissed me ketika dia welcome dan membalas semua itu meski I know hatinya tidak menginginkan demikian tapi saya sangat berterima kasih dan saya sangat senang tentunya, setidaknya saya masih bisa melihat dan dekat sama dia.